Jumat, 02 September 2011

EFEK BEN FRANKLIN

Bacaan Setahun : Yehezkiel 26-28

Nats : Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)

Bacaan : Matius 5:38-48

Benjamin Franklin, salah satu bapak pendiri negara Amerika Serikat, pernah berkata bahwa seseorang yang pernah menolong kita jika dibandingkan dengan mereka yang pernah kita tolong akan lebih mungkin menolong kita lagi di kemudian hari. Dengan kata lain, kecenderungan kita untuk melakukan sesuatu kepada orang lain lebih dipengaruhi oleh apa yang pernah kita lakukan kepada orang tersebut, bukan apa yang pernah orang lain itu lakukan kepada kita. Dalam ilmu psikologi, fenomena ini kemudian disebut sebagai efek Ben Franklin.

Menarik apabila fenomena ini dikaitkan dengan perintah Yesus untuk berbuat baik kepada mereka yang memusuhi dan menganiaya kita salah satu perintah yang konon paling sulit diterapkan. Sebab penemuan psikologi tersebut mendukung bahwa perintah ini mungkin untuk diterapkan, bila kita memulainya. Walau mungkin enggan, tetapi apabila kita mau melakukannya, kita dapat berbuat baik kepada mereka yang telah menyakiti kita.

Tentu bukan sesuatu yang mudah. Akan tetapi, kita bisa memulainya dengan hal sederhana, yakni mendoakan dan mulai mengasihi mereka. Kemudian, memikirkan cara untuk menyatakan kasih kepada mereka dengan lebih konkret, sambil meminta keberanian kepada Tuhan untuk melakukannya. Kemudian, temukan bahwa sekali kita berhasil melakukannya, kita akan lebih mudah untuk melakukannya lagi dan lagi. Sampai akhirnya kita terbiasa dan kasih kepada orang tersebut pun bertumbuh. Kasih yang kemudian menggantikan rasa benci, bahkan menghasilkan perdamaian dan rekonsiliasi --ALS

MENGASIHI MEREKA YANG MEMUSUHI ATAU MENYAKITI

BUKANLAH SESUATU YANG TAK MUNGKIN

SENIMAN CAHAYA

Bacaan Setahun : Yehezkiel 22-25

Nats : Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia (Yohanes 1:9)

Bacaan : Yohanes 1:1-9

Glen Wessels, seorang pelukis tua, kehilangan asa. Istrinya telah tiada. Ia sendiri mengidap penyakit Parkinson sehingga susah beraktivitas, apalagi melukis. Di sebuah malam Natal, ketika Glen terpekur sedih di biliknya, muridnya datang membawa sebatang lilin bersinar yang diterimanya di kebaktian Natal. Karena sedih tak dapat memberi apa-apa-selain lilin itu-si murid memeluk Glen dengan linangan air mata seraya berucap "Selamat Natal". Selepas murid itu pergi, Glen seolah-olah mendapat kekuatan baru. Ia mendekati kanvas dan melukis lagi-sebuah lukisan cahaya berkilau dari balik dedaunan.

Lukisan itu dihadiahkannya kepada si murid, sambil berpesan agar ia terus melukis cahaya. Sebab menurutnya, itulah sumber keindahan hidup ini. Khususnya, cahaya kasih Tuhan yang memancar kepada diri kita dan menerangi jiwa sesama, seperti yang ia rasakan. Murid itu ada-lah Thomas Kinkade. Yakni pelukis Amerika ternama, seorang kristiani saleh yang bersaksi tentang Tuhan melalui karya-karyanya yang kental bernuansa cahaya, di tengah keindahan panorama alam yang tenang dan damai.

Laksana seniman, Yohanes pun memberi nuansa cahaya pada Injilnya. Ia menulis tentang Yesus Kristus, yang adalah "Terang dunia" (Yohanes 1:9; 8:12). Jiwa manusia, bisa menjadi gelap akibat duka dan derita. Tidak sedikit orang seperti Glen Wessels, yang kehilangan arah dan putus asa, serta membutuhkan percikan cahaya kasih Allah. Setiap kita yang mengenal Allah pasti memiliki Cahaya itu. Mari bagikan cahaya itu kepada mereka. Sebab, hanya Cahaya itu yang dapat memupus kegelapan di relung jiwa mereka --PAD

BAGIKANLAH CAHAYA KASIH TUHAN BAGI JIWA-JIWA

YANG DICEKAM OLEH GELAPNYA DUKA DAN DERITA

TIGA BEKAL

Bacaan Setahun : Yehezkiel 19-21

Nats : Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya (Mazmur 5:12)

Bacaan : Mazmur 5:1-13

Ada sebuah lagu Sekolah Minggu yang liriknya berisi demikian: Selamat pagi Tuhan, tak lupa terima kasih/Tuhan telah pelihara kami tiap hari/Matahari bersinar, burung-burung bernyanyi/Bertambah, tambah, tambah indahnya. Lagu ini selalu membuat saya dan anak-anak saya sangat bersemangat ketika menyambut datangnya hari baru.

Pemazmur mengawali doa paginya dengan mengatur persembahan bagi Tuhan (ayat 4) sebagai bentuk ucapan syukur atas perlindungan uang Tuhan berikan (ayat 12-13), yang membuat pemazmur bersukacita (ayat 12). Sang pemazmur memastikan bahwa ia telah menjalani hidup dengan benar. Ia bukan pembual, bukan pelaku kejahatan, bukan pembohong, bukan pula penumpah darah (ayat 6-7). Maka, Tuhan akan memberkati dan memagarinya dengan anugerah-Nya sebagaimana perisai melindungi seseorang dari senjata lawan (ayat 13). Dari bacaan hari ini kita menemukan tiga titik segitiga: doa ucapan syukur, hidup benar, dan perlindungan Tuhan. Ketiganya saliing menjalin. Ketiganya adalah bekal penting menghadapi tantangan yang ada hari demi hari.

Setiap hari punya kesulitannya sendiri-sendiri, tetapi itu tak harus membuat Anda takut menjalani hari demi hari, bukan? Pemazmur memberi petunjuk bagaimana menghadapi kesulitan dan kesukaran hidup, yakni dengan membawa tiga bekal penting tadi. Doa, hidup benar, dan kepercayaan akan perlindungan Tuhan. Gunakanlah tiga bekal tersebut untuk menghadapi pergumulan hari ini. Lihatlah, betapa hari ini akan menjadi hari yang penuh makna. Anda akan mendapati pemeliharaan Tuhan di sepanjang waktu --DKL

APABILA KITA SADAR TUHAN SENANTIASA MEMELIHARA

PASTI TAK ADA HARI TANPA SUKARIA

RITA IKUT BERDOA

Bacaan Setahun : Yehezkiel 15-18

Nats : Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan (Lukas 10:31)

Bacaan : Lukas 10:25-37

Teman-temannya heran, Rita datang ke pertemuan pemahaman Alkitab. Bagaimanapun, mereka gembira karena biasanya meski sudah dibujuk berkali-kali pun Rita enggan ikut. Kini, walaupun tampak tidak bersemangat, paling tidak ia muncul. Seusai pertemuan, Ani menanyainya, "Tumben kamu bisa datang?" Rita menjawab, "Iya-lah, malas di rumah. Selalu disuruh-suruh melulu. Mau jalan-jalan juga lagi bokek. Ya sudah, akhirnya aku datang ke sini saja."

Mungkin Rita tidak menyadarinya, tetapi ia mengikuti sikap imam dalam bacaan Alkitab kali ini. Suatu tindakan yang tidak terpuji. Kita memang hanya bisa menduga-duga alasan si imam enggan menolong orang yang baru dirampok tersebut. Akan tetapi, salah satu alasan yang dapat dipertimbangkan adalah alasan keagamaan. Imam itu enggan mendekati si korban, dan berisiko bersentuhan dengan luka-luka orang itu, karena hal itu akan menajiskannya. Dengan kata lain, ia memilih untuk mengutamakan kesucian ritual daripada menunjukkan kasih, ungkapan dari kesucian hati.

Rita juga menjadikan aktivitas keagamaan sebagai tempat melarikan diri dari tugas di rumah. Seperti imam tadi, ia mengira kesalehan lahiriah dapat menjadi topeng bagi kemalasan yang bercokol di dalam hatinya. Kita perlu mewaspadai sikap semacam ini. Bukan berarti aktivitas keagamaan tidak penting, tetapi janganlah kita mengejar bentuk lahiriah belaka. Bukankah sejatinya seluruh aktivitas kita adalah rangkaian ibadah kepada Tuhan? Karenanya, jika ada urusan yang lebih vital, bisa saja untuk sementara kita mengatur ulang prioritas --ARS

IBADAH TIDAK DIRANCANG UNTUK MEMBELENGGU MANUSIA

TETAPI UNTUK MEMBEBASKANNYA MENYATAKAN KASIH PADA ALLAH DAN SESAMA

BAPA PEMELIHARA

Bacaan Setahun : Yehezkiel 12-14

Nats : Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun (Ulangan 2:7)

Bacaan : Ulangan 8

Saat George Müller hendak mendirikan panti asuhan di Bristol untuk menampung anak-anak yang kehilangan orangtua karena wabah penyakit hebat, George sama sekali bukan orang kaya. Namun, ia yakin Bapa di surga begitu kaya dan sanggup memelihara. Ia pun memulai panti asuhan dengan bergantung total kepada Tuhan. Dan, berkat doa-doa yang terus dipanjatkan dengan penuh kepercayaan, Tuhan memenuhi segala keperluan mereka bahkan dengan cara-cara ajaib. Hingga akhirnya, George berhasil mendirikan dan mengelola sampai lima panti asuhan, dengan total 9.500 anak yang terawat dengan sangat baik.

Manakala orang menjulukinya "raksasa iman", George menanggapinya demikian, "Imanku tak berbeda dengan iman orang percaya lain. Cobalah sendiri, dan Anda akan menerima jawaban Tuhan." Benar, pemeliharaan yang dialami George Muller dan anak-anak panti itu bukanlah hak eksklusif, melainkan hak universal yang boleh dinikmati setiap orang percaya. Seperti Tuhan juga menunjukkan pemeliharaan yang luar biasa dan tak masuk akal, pada umat Israel sekeluar mereka dari Mesir. Saat Tuhan berjanji memimpin, Dia tak pernah lalai memelihara. Tuhan terus menyediakan manna tiap hari, sampai mereka tiba di Kanaan (Keluaran 16:35). Bahkan, Tuhan membuat pakaian dan kasut mereka tak rusak, dan kaki mereka tak menjadi bengkak selama perjalanan 40 tahun itu (Ulangan 8:4, 29:5).

Buanglah segala kekhawatiran di hidup ini, sebab hidup kita tak berlangsung oleh kekuatan kita sendiri. Pemeliharaan Bapalah yang membuat kita hidup (Ulangan 8:17). Dia Bapa yang paling peduli pada hidup kita --AW

PENGANDALAN AKAN DIRI SENDIRI AKAN MEMBUAT KECEWA

PENGANDALAN AKAN TUHAN MEMBUAT KITA TERPELIHARA

MASYARAKAT YANG SAKIT

Bacaan Setahun : Yehezkiel 8-11

Nats : Ketika segala perkara itu didengar raja Daud, sangat marahlah ia (2 Samuel 13:21)

Bacaan : 2 Samuel 13:1-31

Sebuah pemberitaan di media cetak mengisahkan pembunuhan siswa kelas 2 SMP oleh teman sekolahnya. Si pembunuh melakukannya secara sadar dan terencana. Bahkan ia melakukannya dengan disaksikan dua teman lain, sampai membuang mayat korban di sungai. Sungguh menyedihkan melihat kondisi masyarakat yang "sakit" seperti ini. Sampai-sampai anak-anak yang secara kejiwaan masih labil, telah sangat terpengaruh oleh kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Ketika Amnon tergoda oleh kemolekan Tamar, adik tirinya, ia tak sanggup mengendalikan nafsu. Maka, ia dan pembantunya mengatur siasat untuk menzinai Tamar. Jahatnya lagi, setelah dizinai, Tamar dicampakkan. Sakit hati Tamar pun kemudian diketahui kakaknya, Absalom, yang dengan penuh dendam mengatur siasat untuk membunuh Amnon. Daud, sebagai raja dan juga ayah, tak berdaya menyelesaikan masalah kekerasan dan kekejian ini. Sebab, Daud ingat kekejiannya sendiri menzinai Batsyeba dan membunuh Uria, suami Batsyeba, dengan cara licik. Daud telah mengakui dosanya di hadapan Allah. Namun, ia belum menuntaskan pengakuannya kepada istri dan anak-anaknya. Akibatnya, anak-anak Daud yang masih labil tumbuh dalam suasana penuh intrik.

Alkitab dengan jujur mengisahkan kelemahan Daud raja besar yang mengasihi Allah. Jika sebagai orangtua, Anda pernah berbuat salah, sekalipun sangat keji, akui dan selesaikan di hadapan Allah. Setelah itu, selesaikan juga di hadapan keluarga. Sebab pengakuan yang tulus sekalipun mengguncang dan mengecewakan anak-anak, pasti akan membawa penyembuhan bagi kedua pihak --SST

AGAR GENERASI MUDA TAK SALAH MELANGKAH DALAM HIDUP INI

TINGGALKAN JEJAK-JEJAK YANG LAYAK DIIKUTI

SI PENGKRITIK

Bacaan Setahun : Yehezkiel 5-7

Nats : Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri (Amsal 11:12)

Bacaan : Nehemia 4:1-6

Apa gunanya membangun gedung baru? Gereja ini hanya memikirkan diri sendiri. Tidak mau mengabarkan injil!" seru si Ali ketika mendengar rencana perluasan dan pembangunan gerejanya. Sekilas kritiknya terdengar rohani. Padahal ia hanya suka mengkritik. Ia sendiri tidak tertarik mengabarkan Injil. Ia hanya menempatkan diri sebagai oposan yang menentang apa pun kebijakan pengurus gerejanya. Rupanya Ali sakit hati karena merasa diri layak menjadi pengurus, tetapi tak pernah terpilih.

Sanbalat juga seorang pengkritik. Gubernur Samaria ini berniat menguasai daerah Yudea juga. Ambisinya terancam gagal saat Nehemia datang dengan ide membangun kembali tembok Yerusalem. Semua penduduk Yudea mendukungnya. Sanbalat pun langsung mengkritik. Menurutnya, pekerjaan itu sia-sia. Potensi umat tidak cukup. Tembok yang dibangun pasti tidak kokoh. Diloncati anjing hutan saja bakal roboh! (ayat 3). Kritik negatif itu tentu menyakitkan hati Nehemia dan umat yang sedang bersemangat membangun tembok. Namun, Nehemia tidak membalas dengan makian. Diadukannya perkara ini pada Tuhan. Ia berdoa, mencurahkan keluh-kesahnya, lalu meneruskan pembangunan. Dan, Tuhan menguatkan dan membuatnya berhasil!

Apakah Anda dikenal sebagai si pengkritik? Kritikan negatif bisa mengecewakan dan mematahkan semangat orang. Berhati-hatilah. Sebaliknya, apabila Anda dikritik saat sedang melakukan apa yang benar, jangan membalas. Bawa keluh-kesah itu kepada Tuhan. Dia akan menenangkan hati dan pikiran Anda. Dia juga akan memberikan semangat untuk maju lagi dengan kekuatan baru --JTI

JIKA ANDA TIDAK BISA MENGATAKAN APA PUN YANG BAIK

LEBIH BAIK JANGAN KATAKAN APA PUN

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More