Kamis, 28 April 2011

Babah Gemuk

Baca: Kejadian 42:1-28
Ayat Mas: 1 Korintus 13:7
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 12-14

Sewaktu kecil, saya pernah membaca sebuah komik yang ceritanya didasarkan pada perumpamaan orang Samaria yang baik hati. Judul komik itu adalah Babah Gemuk. Babah Gemuk adalah seorang penjual kelontong yang baik hati, sehingga ia disukai banyak orang. Namun, ada satu keluarga yang sangat membencinya. Mereka sering menghina dan menyakiti hati Babah Gemuk. Sampai suatu ketika, orang yang membenci Babah Gemuk itu dirampok di perjalanan dan dilukai sampai tak berdaya. Tak seorang pun mau menolong, kecuali Babah Gemuk.

Setelah menjadi seorang mangkubumi, Yusuf sebenarnya memiliki kesempatan untuk membalas segala kepahitan hatinya atas saudara-saudaranya. Yusuf bisa saja menangkap saudara-saudaranya dengan tuduhan mata-mata, atau menjual gandum kepada mereka dengan harga yang sangat mahal. Akan tetapi Yusuf tak melakukannya, bahkan ia memberi saudara-saudaranya gandum secara cuma-cuma. Mengapa? Karena ia sangat mengasihi saudara-saudaranya. Kasih yang Tuhan taruh di dalam hatinya dapat mengalahkan rasa benci, sakit hati, keinginan untuk membalas dendam, dan segala kepahitan yang mungkin pernah muncul di hatinya.

Tak ada yang bisa melepaskan kita dari belenggu kemarahan, kebencian, iri hati, dan kepahitan di dalam hati kita, selain kasih. Kasih adalah obat mujarab untuk menghancurkan segala belenggu emosi dan sikap negatif di dalam diri kita. Dan, kasih yang seperti itu bisa kita dapatkan hanya di dalam Kristus. Mintalah kasih Kristus memenuhi hati Anda, niscaya Anda akan bebas dari segala belenggu yang mencoba menggerogoti di sana.

HANYA KASIH YANG BERASAL DARI KRISTUS

YANG DAPAT MEMULIHKAN KEPAHITAN HATI

Sumber: [Riand Yovindra]--[www.renunganharian.net]

Bayang-Bayang Gelap

Baca: Hosea 1:2-9
Ayat Mas: Mazmur 139:12
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 9-11

Pemuda itu sedih akibat perlakuan teman-teman di gereja. Mereka menjauhinya karena tahu ayahnya berselingkuh. Ibunya mengajukan cerai. Semua orang memperbincangkan isu itu. Lalu mempersoalkan keaktifannya di kepengurusan pemuda. Ia menemui pendeta, menyampaikan kesedihan sekaligus kebimbangannya. Ia bertanya, “Apakah saya tidak layak lagi melayani karena keluarga saya berantakan?” Pemuda ini tidak sendirian. Banyak orang tidak yakin pada dirinya akibat bayang-bayang gelap keluarganya.

Alkitab menyingkapkan dengan jujur kehidupan Hosea. Gomer, perempuan yang dinikahinya, tidak setia. Dari tiga anak yang dilahirkannya, hanya si sulung yang membawa benih Hosea. Dari nama-nama mereka, tercermin bahwa kedua anak berikutnya bukan keturunan nabi itu (ayat 6 dan 9). Hosea harus menelan kenyataan pahit memiliki anak-anak dari buah perzinahan istrinya. Namun, dengan cara-Nya, Tuhan memakai situasi kelam itu sebagai gambaran ketidaksetiaan Israel kepada-Nya. Sekaligus, kesetiaan Hosea melukiskan kasih dan kesetiaan Tuhan sendiri. Artinya, dalam segala keburukan kondisi keluarganya, Tuhan tetap memakai Hosea.

Dalam kenyataan, banyak keluarga berantakan karena ada anggota keluarga yang ”tidak berjalan di relnya”. Suami yang masuk penjara. Istri yang berselingkuh. Ayah yang pemabuk. Anak yang terjerat narkoba. Akibatnya, anggota keluarganya harus menelan kenyataan pahit. Namun, apa mereka tidak layak diberi peran karenanya? Apakah adil jika mereka ikut “dihukum”? Syukurlah, Tuhan tidak terhalang memakai hamba-Nya walau ada latar belakang keluarga yang hitam. Kalau Tuhan saja tidak, mestinya kita juga tidak.

TIDAK ADA KEGELAPAN

YANG DAPAT MENGHALANGI TERANG TUHAN BERSINAR

Sumber: [Pipi Agus Dhali]--[www.renunganharian.net]

Sesumbar Voltaire

Baca: Matius 24:3-14
Ayat Mas: Matius 24:14
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 6-8

Dua belas nelayan Yahudi yang bodoh memulai kekristenan; satu orang Prancis yang bijaksana akan menghentikannya.” Ini pernyataan filsuf Prancis, Voltaire, saat menghadap Raja Prusia. Ia memperkirakan bahwa dalam waktu 100 tahun Alkitab akan musnah, dan 92 buku karyanya akan menggantikannya.

Namun, 20 tahun setelah kematiannya, Lembaga Alkitab Jenewa membeli rumah peninggalannya untuk dijadikan tempat mencetak Alkitab. Rumah itu kemudian menjadi markas Lembaga Alkitab Bahasa Inggris dan Bahasa Asing. Selain itu, Alkitab terus menjadi buku laris; adapun 6 jilid karya Voltaire pernah terjual hanya seharga delapan ribu rupiah.

Yesus mengajarkan bahwa sebelum Dia datang kembali untuk kedua kali, kabar baik tentang Kerajaan-Nya, yaitu berita keselamatan, akan dikabarkan ke seluruh dunia. Injil yang penuh anugerah itu akan membawa kita ke dalam Kerajaan-Nya yang mulia. Sebagai kesaksian bagi semua bangsa, Injil menyatakan pikiran dan kehendak Allah bagi manusia, serta upah Allah bagi mereka yang setia. Bagi mereka yang percaya, Injil mendatangkan keselamatan. Adapun mereka yang bersikeras tidak percaya, akan dibinasakan.

Tuhan Yesus memercayakan misi pemberitaan Injil kepada para murid-Nya, dan orang percaya sepanjang sejarah gereja telah melanjutkannya. Tidak ada yang sanggup menghentikan misi yang sekarang ada di pundak kita ini. Kita dapat turut memberitakan Injil ketika Tuhan membukakan kesempatan dan juga dengan mendukung proyek penterjemahan Alkitab atau pelayanan yang melakukan penyebarluasan Alkitab.

AMANAT PEMBERITAAN INJIL BUKANLAH BEBAN

MELAINKAN KEHORMATAN UNTUK TURUT DALAM MISI PENYELAMATAN

Sumber: [Arie Saptaji]--[www.renunganharian.net]

Pantaskah?

Baca: Amsal 31:1-9
Ayat Mas: Amsal 31:4
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 3-5

Sari berang. Istri pendeta tadi menegurnya di gereja, karena ia mengenakan kaus dan rok mini ketika mengikuti ibadah Minggu. “Kita perlu berpakaian pantas saat beribadah,” kata istri sang pendeta. Di dalam hati Sari mengumpat, “Apanya yang tidak pantas? Tidak bolehkah aku mengikuti perkembangan mode? Apakah menurut Alkitab, memakai rok mini itu dosa?”

Pantas artinya cocok, sesuai, patut, atau layak. Berbicara soal kepantasan tidak selalu berkaitan dengan dosa. Ini menyangkut hikmat dalam membawa diri, sesuai dengan status dan lingkungan. Di Israel, misalnya, tidak ada larangan bagi raja untuk meminum anggur. Rakyat jelata pun biasa minum anggur sampai mabuk guna melupakan sejenak susahnya hidup (ayat 6,7). Dalam pesta perjamuan raja, minum anggur adalah hal biasa. Namun, Lemuel dinasihati ibunya untuk tidak meminum anggur. “Tidaklah pantas bagi raja meminum anggur,” katanya. Mengapa? Minuman keras bisa memabukkan. Jika seorang kepala negara mabuk, ia tidak dapat memutuskan perkara dengan benar dan adil. Akibatnya, rakyat bisa menjadi korban ketidakadilan dan penindasan!

Bicara soal kepantasan bukan melulu mempersoalkan benar-salahnya suatu tindakan. Ada hal yang tidak salah, tetapi tidak pantas dilakukan oleh seorang dengan status atau jabatan tertentu. Orang bisa tersandung jika melakukannya. Setiap kita berstatus “orang kristiani”. Sebagian lagi bahkan pemimpin kristiani. Sering-seringlah bertanya pada diri sendiri: Sudahkah saya bersikap, berperilaku, berbicara dan berpenampilan pantas, sesuai status yang saya sandang?

HANYA ANAK KECIL YANG SELALU BERTANYA

“BOLEH ATAU TIDAK”

SEORANG DEWASA PERLU BERTANYA “PANTAS ATAU TIDAK”

Sumber: [Juswantori Ichwan]--[www.renunganharian.net]

Sukses tetapi Kasihan

Baca: Markus 10:17-30
Ayat Mas: Markus 10:22
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 1-2

Sungguh pemuda sukses yang hebat! Ia masih belia, tetapi sudah menjadi pemimpin dan kaya raya (bandingkan Matius 19:20-22 dengan Lukas 18:18). Tak hanya kaya materi, tetapi juga secara ”rohani”. Sejak muda ia dididik mendalami Hukum Taurat dan menjalankannya (ayat 20). Ia dikagumi di lingkungan komunitas Yahudi saat itu. Ia juga dipandang berbakti kepada orangtua, sebab ia menghormati ayah-ibunya sejak belia dan tetap menghormatinya meski sudah sukses. Siapa tak bangga punya anak seperti ini?

Dengan kerinduan dan semangat, ia berlutut di hadapan Yesus—rabi muda yang menyedot massa karena kharisma dan kuasa-Nya dalam berkhotbah dan mengadakan tanda ilahi. Ia mohon petunjuk Yesus; apa lagi yang perlu diperbuat agar layak masuk ke Kerajaan Allah. Dalam berelasi dengan sesama, ia patut diacungi jempol. Dalam berbuat baik, ia hebat. Namun, ada satu yang kurang, dan hanya Yesus yang tahu: bahwa kekayaan materi, martabat sosial, dan ”kekayaan rohani” yang ia punya menjadi ilah yang diandalkan sebagai ”tiket” ke surga—menggantikan Allah. Maka, ia diminta menjual semua, membagikannya ke orang miskin, dan mengikut Yesus, sebagai bukti bahwa ia diselamatkan hanya oleh belas kasihan Allah. Betulkah ia merasa perlu petunjuk Yesus? Tidak! Sebab ia kecewa dan mengabaikan tawaran sejati untuk memasuki Kerajaan Allah. Alasan utamanya karena ”banyak hartanya” (ayat 22).

Pemuda ”sehebat” ini ternyata tak layak masuk Kerajaan Allah. Bagaimana dengan Anda? Beranikah Anda meletakkan seluruh kebanggaan Anda sebagai manusia, lalu datang kepada Allah sebagai orang yang miskin dan haus akan kebenaran?

SEGALA KEHEBATAN MANUSIA TAK MEMBAWA KE SURGA

SUNGGUH HANYA KEMURAHAN YESUS YANG MEMBAWA KITA KE SANA

Sumber: [Susanto, S.Th.]--[www.renunganharian.net]

Penghalang Mata Iman

Baca: Lukas 24:13-32
Ayat Mas: Lukas 24:16
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 22-25

Tuhan Yesus sudah bangkit. Namun, sikap para murid beragam; ada yang percaya, ada yang ragu-ragu, ada juga yang masih bingung dan tidak percaya. Lalu di jalan yang menuju ke Emaus itu, Tuhan Yesus menampakkan diri lagi. Kali ini kepada dua orang murid, yang rupanya tidak termasuk ke dalam dua belas murid yang pertama. Anehnya, kedua murid itu tidak mengenali Dia. Padahal sudah sekian lama mereka bersama-Nya. Dikatakan, ”Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka” (ayat 16).

Dalam hidup kita sebagai orang percaya, bukankah kita pun kerap mengalami hal serupa—ketika kita kehilangan kepekaan akan kehadiran Tuhan Yesus? Seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi mata iman kita. Sesuatu itu bisa berupa pikiran negatif; seperti kekhawatiran, kekecewaan, kemarahan, kebencian, atau berupa ambisi-ambisi yang tidak pada tempatnya.

Akibatnya, hidup beriman kita jadi terganggu. Kita merasa hampa. Tuhan seakan-akan sangat jauh. Kita juga menjadi sulit bersyukur dan tidak bisa lagi menikmati hidup ini sebagai anugerah Allah. Lalu bagaimana? Para murid akhirnya menyadari kehadiran Tuhan Yesus, setelah mereka mengundang Dia untuk tinggal bersama mereka (ayat 29).

Adakah kita merasa hidup ini begitu muram, Tuhan seolah-olah jauh dari hidup kita? Tidak ada cara lain, bukalah pintu hati kita buat Dia. Undang Dia masuk ke dalam hidup kita, dan persilakan Dia men­jadi pandu atas seluruh langkah kita. Ketika itulah mata iman kita akan dicelikkan, betapa sesungguhnya Dia tidak pernah jauh dari kita.

TUHAN TIDAK PERNAH JAUH DARI KITA

KITALAH YANG KERAP MENJAUH DARI DIA

Sumber: [Ayub Yahya]--[www.renunganharian.net]

Kebangkitan Yesus

Baca: 1 Korintus 15:1-17
Ayat Mas: 1 Korintus 15:14
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 19-21

Beberapa dekade belakangan, beberapa kalangan gencar menyerang kesejarahan kebangkitan Yesus. Sebagian orang kristiani mengambil jalan tengah dengan berkata bahwa tak masalah apakah Yesus sungguh-sungguh bangkit, sepanjang Dia ada di hati kita. Sepintas kalimat ini terdengar "aman". Namun, sesungguhnya kebangkitan jasmani Yesus adalah tonggak dasar fondasi iman kristiani. Sebab, untuk menjadi Mesias yang dijanjikan dalam nubuat-nubuat di Perjanjian Lama, Yesus tidak boleh mati dan ditundukkan maut selamanya. Maka, kebangkitan-Nya harus benar-benar pernah terjadi. Peristiwa ini juga sangat penting karena kemenangan Yesus atas maut adalah dasar pengharapan kita akan hidup kekal.

Para penulis Perjanjian Baru sendiri meyakini kesejarahan peristiwa ini. Itu sebabnya semua kitab Injil ditutup dengan catatan tentang kebangkitan Yesus. Dalam bacaan hari ini pun Rasul Paulus berpendapat secara teologis maupun historis, untuk membuktikan kebenaran peristiwa ini. Di situ ia mengatakan bahwa setidaknya ada lima ratus saksi mata peristiwa kebangkitan yang saat itu kebanyakan masih hidup, sehingga bisa bersaksi secara langsung tentang kebenarannya.

Hari ini kita kembali merayakan peristiwa akbar kebangkitan jasmani Kristus. Ini adalah momen yang tepat untuk kita mengingat kembali pengharapan yang kita punya karena peristiwa ini, dan mem-perbarui hidup kita menjadi hidup yang optimis berdasarkan pengharapan itu. Ini juga adalah momen untuk mengambil tekad membagikan berita sukacita tentang pengharapan ini kepada mereka yang belum mendengarnya.

KEBANGKITAN JASMANI YESUS ADALAH DASAR PENGHARAPAN KITA

DAN BERITA BESAR YANG LAYAK DIBERITAKAN

Sumber: [Alison Subiantoro]--[www.renunganharian.net]

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More